Halaman

Tampilkan postingan dengan label mpasi6mo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mpasi6mo. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juni 2018

MPASI Rapha day 30

16 Juni 2018
Hari ketigapuluh

Makan pagi: Berhubung masih nuansa liburan, Rapha ikutan bangun siang. Ga sempet makan pagi deh. Langsung lompat ke snack pagi.

Snack pagi:
Awalnya mau belimbing aja. Ternyata asem. Rapha ga mau. Akhirnya pakai rencana cadangan yang harusnya buat makan siang: bubur kacang hijau.
Punya Rapha tanpa gula, garam, santan. Setelah dipisahin, barulah ditambah gula, garam, santan buat ayah bunda. Yum!



Makan siang:
Bunda putar otak ini buah bit mau diapain. Kalau nanya tante Pinterest atau oom Google, bitnya cuma direbus dan dipotong-potong. Kok ga tega ngasih bit begitu. Rasanya aneh soalnya. Akhirnya tanya sama ateu Cookpad. Ada ide buat bikin dadar bit. Bunda coba.

Karbo: nasi
Sayur: bit
ProHe: telur ayam kampung

Ternyataaaa Rapha ga doyan sama sekali. Yasudah makan siang jadi ajang lempar makanan. Makan siangnya pakai susu aja kalo gitu. :(

Snack sore + makan malam: Karena kemaleman untuk snack sore, akhirnya digabung aja sama makan malam.
Snack sorenya semangka. Setelah itu lanjut makan malam.
Karbo: ubi cilembu
Sayur: baby kaelan
ProNa: tahu

Dalam sehari ini, makan kali ini yang paling bener tanpa drama. Fiuh! Baby kaelannya dienyot-enyot sampai ternyata ada yang bisa digigit dan dikunyah. Tapi masih terlalu kasar, jadi ga ketelen.


Jumat, 15 Juni 2018

MPASI Rapha day 29

15 Juni 2018
Hari keduapuluhsembilan

Kemarin diingetin sama dokter, Rapha sudah boleh makan berat 3x sehari dan snack 2x sehari. Tapi bunda masih agak keteteran. Yasudah, seadanya aja dimakan.

Makan pagi:
Berhubung ayah lagi ga enak badan, bunda masak sop kacang merah untuk bertiga.

Karbo: nasi putih (lembek)
Sayur: wortel, buncis, tomat
ProHe: daging sapi
ProNa: kacang merah (diblender)

Sama kayak bakso dan ca kale, masaknya buat Rapha dulu, setelah itu baru dibumbui. Walaupun dokter bilang Rapha sudah boleh makan ditambah gula, garam, keju, unsalted butter, tapi bunda masih kekeuh no spices for Rapha sampai bener-bener bunda siap hati.

Ini kali pertama Rapha ketemu daging sapi. Dan dia suka. Ternyata, walapun belum punya gigi, daging sapi pun bisa digigit lho. Keren ya? Bundanya sampai kaget tadi.

Oya, karena bunda agak males nyendokin, nasi dan kacang merahnya dibuat kepal -biar ga kalah sama ais kepal yang lagi viral. Senengnyaaaa, bola kepal nasi-kacang merah pun diserbu. Makan pagi ini menyenangkan karena lahap banget.


Snack pagi:
Buah pepaya.
Cuma dimkan dua gigit aja. Masih terlalu kenyang kayaknya. Tadi pagi makan lumayan banyak dan agak terlalu siang (Rapha bangunnya kesiangan sih). Besok harus atur jam lagi.

Makan siang:
Yeay! First time eating out! Sebenernya udah beberapa kali sih makan di gereja. Tapi bukan di warung makan/restoran/cafe macam hari ini. Bunda deg-degan. Kalau baca tentang eating out for BLW babies, itu bisa jadi momok. Kenapa? Karena anak makan sendiri, risikonya berantakan. Belum lagi kalau anaknya pas ga mau makan.

Lalu gimana hari ini? Puji Tuhan Rapha well behaved. Menunya masih sama kayak tadi pagi (sop kacang merah).

Tipsnya biar ga terlalu berantakan: taruh makanan lebih sedikit di mejanya. Tadi bunda cuma taruh 1 slice daging sapi, 1 potong wortel, dan 1 potong buncis. Tunggu sampai habis dulu. Setelah itu baru ditambah. Nasi dan kacang merah sengaja dikasih terakhir karena harus pakai sendok (Rapha kalau udah liat sendok, maunya makan pakai sendok. Makanan lain dibuang). Rapha seneng makannya. Ngunyah sambil lihat-lihat sekitar, soalnya tempat baru.


Ga berantakan sama sekali bun? Duh, itu keajaiban kalau sampai anak makan ga berantakan sama sekali. Pasti ada yang jatuh di lantai, tapi dikit. Ga seheboh kalau di rumah. Rapha pun ga buang-buang makanan. Pas udah kenyang, dia ga sentuh makanan sama sekali dan minta minum. Well done, my baby boy.

Keliatan kan siapa paling hepi kalau diajak jalan-jalan :D

Snack sore:
Karena pulang dari jalan-jalan udah sore banget dan lanjut silaturahmi ke rumah orang, jadi cemilan Rapha cuma rice crackers. Itu pun di rumah orang. Bunda kasih Yummy Bites rasa original.

Makan malam skip dulu ya. Rapha kecapean. Mau bobok. Selamat malam!

Kamis, 14 Juni 2018

MPASI Rapha day 28

14 Juni 2018
Hari keduapuluhdelapan

Hari ini rapha imunisasi pneumokokus. Sekalian konsultasi dengan dokter. Waktu ditimbang, berat badan Rapha naik CUMA 300 gram. Bunda pikir itu cuma. Ternyata kata dokter itu sudah sangat baik karena usia 6 ke 7 bulan itu biasanya naik berat badannya memang susah. Mungkin akibat peralihan full susu ke makanan pendamping. Kata dokter dilihat dari kenaikan berat badan Rapha, makannya Rapha termasuk bagus.

Jadi buat yang bilang BLW babies ga dapet nutrisi, ga terbukti ya. 😎 

Menu pagi:
Melon golden 🍈🍈
Rapha makan pagi di rumah sakit setelah imunisasi. Melonnya masih agak keras. Jadi bunda cuma ambil bagian tengahnya. Bunda ga hitung ini "eating out", bunda pengen sebutnya "first time snacking out" no photo (sebenernya udah difoto, tapi ga kesimpen. memori hp ayah penuh)

Makan siang:
Karbo: fussili
Sayur: tomat
ProHe: kaldu ayam
Ini kali pertama Rapha makan sejenis pasta-pastaan. Tanpa pasta sauce ya. Reaksinya positif. Doyan doyan aja. Artinya ni anak cocok sama bunda sebagai penggemar pasta 🍲


Menu sore:
Skipped! Keasikan tidur, bangun udah kesorean. Kalau masih dikasih snack sore, ntar ga makan malem malah.

Makan malam:
Sama kayak makan siang: fussili dan tomat. Masih lahap. Tapi paling lahap pas makan tomat. Tetep tomat jadi favorit. Kapan-kapan jajan di Pi**a H*t yuk nak.




Rabu, 13 Juni 2018

MPASI Rapha day 27

13 Juni 2018
Hari keduapuluhtujuh

Menu pagi:
Pepaya lagi, pepaya lagi. Lagi lagi pepaya. Tapi Rapha mau mau aja tuh. Belajar ya nak makannya itu itu aja. Harus bersyukur masih bisa makan buah. Persediaan buah kita terbatas, nak. Sudah pertengahan bulan, tanggal tua, nak. (Bunda malah curhat kan)


Makan siang:
Karbo: kentang
Sayur: wortel
ProNa: Kacang hijau

Kali ini, belajar dari kesalahan sebelumnya, bubur kacang hijau ga pake ditumbuk. Ya udah, kasih aja ke Rapha kayak yang dijual di abang-abang burjo itu. Tapi bunda bikinnya masih tanpa gula, garam, santan ya.

Kentangnya cuma digecek-gecek. Wortelnya dilahap. Burjonya? Dimakan dan dipakai mainan. 😆


Menu sore:
Ada stok apel satu buah di lemari es. Kasih aja ke Rapha. Dimakan? Enggak! Tetep ga mau berdamai mereka. Baiklah, bunda keluarkan senjata andalan kalau Rapha ga mau makan: rice crackers alias biskuit beras. Oya, Rapha makannya Rice Crackers Yummy Bites yang original. Bisa beli di sini :)

Makan malam:
Malam ini menu keluarganya ca kale. Bunda agak dua kali masak (karena ga bener-bener 2x sih). Jadi yang pertama masak punya Rapha. Masih tanpa gula garam. Setelah dipisahin, sisanya dikasih bakso, gula, garam,dan CABE RAWIT! Karena ayah bunda doyan banget pedes.

Oya, kuahnya Rapha itu pakai kaldu ayam yang sudah dibekukan sama bunda sebelumnya.

Resep kaldu ayam:
Ayam kampung (hanya ceker, sayap, dan dada)
Bawang putih
Bawang bombay
Wortel

Rebus semuanya. Saya buangin lemak-lemak yang coklat-coklat mengambang selama proses perebusan. Jijik aja liatnya.

Setelah mendidih dan dirasa cukup lama (saya masak pakai slow cooker selama 3 jam), dinginkan, lalu tuang ke cetakan es batu, dan bekukan. Saya simpan hanya sekitar 1 minggu. Walaupun ada yang bilang bisa tahan lama, tapi kok ga tega ya ngasih ke anak kaldu yang udah dibekukan selama lebih dari 1 minggu.

Selasa, 12 Juni 2018

MPASI Rapha day 26

12 Juni 2018
Hari keduapuluhenam

Menu pagi:
Berhubung kemarin ayah Rapha pulang bawa pepaya, pagi ini sarapannya pepaya aja. Rapha semakin pinter ambil pepaya dari tray, walaupun sesekali masih lepas dari tangannya karena licin.

Makan siang:
Karbo: kabocha
Sayur: kale

Baru kali ini bunda punya sayur kale di lemari es. Dasar bunda bukan penggemar sayur dan punya anak doyan banget makan sayur, akhirnya nyobainlah sayuran satu ini. Dan Rapha lahaaaapp ngenyotin si kale. 

Pertanyaan!
Q: Apa kalenya berhasil dimakan?
A: Bunda ga yakin juga sih karena masih utuh begitu.
Q: Trus gimana bun? Diblender aja gitu?
A: Kalau bisa sih jangan. Sebisa mungkin jangan campur metode BLW dan pemberian puree. Bisa bahaya karena anak bingung kapan harus ngunyah kapan nelen langsung.
Q: Bukannya bunda kemarin-kemarin juga bikin puree jagung?
A: Iya. Haha. Dan itu ternyata salah. Baru tau, dan ga lagi-lagi deh.

Eh, kalau yang emang secara natural harus disendokin, secara teori dibilang gapapa ya. Misal bubur kacang hijau, nasi (lembek), kentang tumbuk, dan sejenisnya.



Sumber: Facebook Group Baby Led Weaning for Beginners


Menu sore:
Pagi tadi sudah pepaya, sorenya buah favorit Rapha. Yash! Pir. Dan ludes satu buah pir dimakan. Kali ini beneran dimakan, ga dibuang-buang. Paling ada juga kebuang dikit yang udah kegigit tapi ga kekunyah, jadi dikeluarin lagi sama Rapha.



Makan malam:
Mulai malam ini, bunda usahakan makanan Rapha sama seperti makanan ayah dan bunda. Because that is what BLW about. The baby eats whatever the family eats.

Malam ini menu ayah bundanya bakso sapi+baby pokchoi. Tapiiiiii, berhubung bunda ga tega Rapha makan bakso siap saji yang berpengawet, jadinya Rapha ga makan bakso. Diganti hati sapi.

Reaksinya? Seneng makannya sama, bareng bertiga pula. Tapi ya hati sapinya agak-agak dicuekin. Sayur selalu lebih menggoda kata Rapha.


Senin, 11 Juni 2018

MPASI Rapha day 25

11 Juni 2018
Hari keduapuluhlima

Menu pagi:
Rapha makan pisang! Berhubung dia lebih tertarik ngunyah kulitnya, akhirnya bunda kupasin semua deh itu pisangnya. Eh, berhasil lho dia pegang dan makan. Good job, my boy!


Makan siang:
Karbo: roti gandum
Sayur: tomat
ProHe: kaldu ayam

Roti gandum kali ini berhasil digigit, dikunyah, dan ditelan sama Rapha. Kalau seret, didorong pakai kaldu ayam. Tomat, seperti biasa dilahap habis oleh jagoan kecil.


Menu sore:
Persediaan buah habis dan tinggal pisang. Jadinya dikasih pisang lagi. Reaksi Rapha kalau dikasih buah sama dalam satu hari: TOLAK! Mungkin kalau di-tagar-in jadi #MenolakBuahSamaDalamSatuHari 😅

Makan malam:
Karbo: nasi lembek
Sayur: kacang panjang

Mau makan semuanya :)

Minggu, 10 Juni 2018

MPASI Rapha day 24

10 Juni 2018
Hari keduapuluhempat

Menu pagi:
Berhubung ini hari Minggu, dan Rapha mau ke gereja trus nungguin ayah yang rapat di gereja, bunda cari buah yang aman dan ga kececeran: melon. Sayangnya ga ada fotonya. Ga ada yang ngefotoin soalnya. 📸

Makan siang:
Karbo: nasi coklat (brown rice)
Sayur: kacang panjang
ProNa: bubur kacang hijau

Semua dimasak sebelum berangkat ke gereja. Nasi coklatnya dimasak pakai rice cooker, kacang panjangnya dikukus pas masak nasi sekalian di rice cooker, kacang hijaunya dimasak pakai slow cooker selama 4 jam. Jadi selama kami di gereja, para cookers itu bekerja di rumah. Dan sepulang dari gereja, bunda tumbuk-tumbuk nasi dan kacang hijau, et voila! Makan siang Rapha!

Reaksinya? Agak keanehan sama kacang hijaunya. Tapi tetep dimakan juga. Anakku pemakan semua kayaknya nih. Yang penting jangan makan temen aja ya, nak! (bunda ngomong apa sih?)


Menu sore:
Pisang. Dan Rapha sudah semakin mahir megang pisang tanpa kulit. Sayang ga kefoto :D

Makan malam:
Nasi lembek + buncis

Sabtu, 09 Juni 2018

MPASI Rapha day 23

9 Juni 2018
Hari keduapuluhtiga

Menu pagi:
Buah pir. Keadaan aman terkendali. Seperti biasa, pir masih jadi favorit si bocah cilik yang semakin bulat ini. 😋

Makan siang:
Karbo: kentang
Sayur: wortel
ProNa: tempe

Semua dikukus. Semua dimakan, tapi yang dapat perhatian khusus tetap yang warnanya ngejreng: wortel.


Menu sore: Pepaya

Makan malam: Nasi lembek dan wortel
Nasinya disendokin dulu sama bunda, tapi ga disuapin. Rapha ambil sendiri dan masukin ke mulut sendiri :)

Jumat, 08 Juni 2018

MPASI Rapha day 22

8 Juni 2018
Hari keduapuluhdua

Sarapan:
Pagi-pagi karaokean pakai pisang 😂 🍌 Anak ini adaaa aja ekspresinya. Menikmati makan pisang sampai segitunya. Sekarang sudah semakin mantap megang pisang ala Pinterest nya. Kalau ngasih pisang begini, satu yang perlu diingat bundanya: cuci pisang sekulit-kulitnya. Kenapa? Karena ga jarang si anak makan dengan posisi kebalik (yang ada kulitnya yang masuk mulut), bahkan kemarin rapha dengan sukses ngupas pisangnya dan makan kulitnya -buahnya dibuang ke lantai. Kreatif kan anak bunda? 😅


Makan siang Rapha:
Karbo: roti gandum
Sayur: labu siam
ProHe: kaldu ayam

Ini kali kedua Rapha makan roti gandum. Pertama dulu dia ga doyan, mungkin karena seret, kasar, susah nelennya. Tapi kali ini sudah lancar jaya. Malah semangat. Kalau sayur, ga usah ditanya lah ya, Rapha doyan segala jenis sayur. Labu siam pun dilahap. Kaldu ayam yang bikin bingung bunda. Gimana cara ngasihnya. Kalau pakai sendok, bakal ditarik sama Rapha. Bukan buat dimainin, tapi dimasukin mulut. Permasalahannya adalah, kaldu ayam itu cair, kalau sendoknya ditarik, pasti bakal tumpah semua. Pernah kepikir ngasih kaldu pakai sippy cup, but that's not how we have our chicken broth, is it? Akhirnya diutuskanlah tetap pakai sendok. Puji Tuhan, Rapha narik sendoknya ga pakai tenaga penuh. Jadi walaupun tumpah,masih ada yang terselamatkan.


Snack Sore:
Jeruk Sunkist yang asam asam manis. Walaupun sambil merem melek, Rapha tetep menikmati :) Lain kali kalau ngasih Sunkist lagi, bunda harus ubah cara motongnya nih. Kayak susah gitu makannya. Ada masukan gimana cara potong jeruk Sunkist biarlebih gampang buat dimakan?


Makan malam:
Sebenarnya menu malam Rapha cuma kacang hijau aja. Tapi setelah kacang hijaunya habis, ni anak masih kelaperan. Bunda harus sigap hap hap hap ciat! Kupas pepaya! Jadilah malam ini makan bubur kacang hijau dan lanjut pepaya.

Well done, my hunny bunny tutty fruity sweety 😜 (maafkan bundamu yang alay ini, nak)

Kamis, 07 Juni 2018

MPASI Rapha day 21

7 Juni 2018
Hari keduapuluhsatu

Menu pagi:
Warna warniiiiii~~ eh, bukan, warna meraaaahhh~~ kali ini bunda habisin stok buah naga di kulkas. Biar ga kelamaan disimpen. Rapha mah hepi hepi aja dikasih buah naga. Bisa dibuat body and face painting soalnya 😅


Makan siang:
Karbo: kabocha
Sayur: buncis

Ga ada proteinnya karena kesalahan penghitungan waktu memasak dari bunda. Proteinnya dimakan pas malam aja.
Kayaknya ni anak bosen sama kaboncis. Cuma dimakan dikit banget. Yaudah, makan siang agak rusuh. Dibuangin semua makanannya. 🙍 Yasudahlah nak.

Menu sore:
Sore dikasih buah yang belum dimakan minggu ini: pir. Dan so far, pir ini favorit Rapha. Bunda cuma siapin setengah buah pir. Ternyata minta nambah. Habis 3/4 buah pir. Yeay! 🍐🍐

Oya, pernah ada yang nanya, pir kan ada kayak butiran-butirannya gitu, apa bisa Rapha makan tanpa diblender dan disaring? Jawabannya: pir yang dikasih ke Rapha pir hijau alias pir packham yang kayak gini. Pirnya halus. Ga ada butirannya.
Kapan-kapan mau dicoba pir coklat yang bulet itu malah.


Makan malam:
bubur beras + bubur kacang hijau. Btw, Rapha sudah semakin mahir pakai sendok. Malah pengen nyendokin sendiri, alhasil tumpah semua di tray. 😆😆😆 



Rabu, 06 Juni 2018

MPASI Rapha day 20

6 Juni 2018
Hari keduapuluh.

Menu pagi: Jeruk Sunkist
Sunkist kali ini rada asem. Makanya cuma dimakan dikit, sambil merem melek pula. Kasihan anak bunda.

Makan siang:
Karbo: roti gandum
Sayur: kembang kol
ProHe: hati sapi
Pertama kali Rapha kenalan sama roti gandum. Belum suka. Dibuang-buang. Mungkin karena seret. Yang laku keras kembang kolnya. Sampai ludeeesss... Hati sapi ga dapet perhatian dari Rapha. Sama sekali! Makanya, tipi (hati sapi), yang menarik dikit kek, biar Rapha tergoda.


Menu sore:
Sore makan pepaya lagi. Karena tadi pagi buah yang masuk cuma dikit, bunda cari buah yang aman aja. Aman karena pasti dimakan. Dan bener kan. Lahap makan pepaya.


Makan malam: nasi lembek dan buncis. Again, no photo. 




Selasa, 05 Juni 2018

MPASI Rapha day 19

5 Juni 2018
Hari kesembilanbelas.

Menu pagi:
Rapha sukses mewarnai rumah di pagi hari. Warna merah meriah. Pake buah naga. Setelah dimakan, diremas, dipukul-pukul lah buah naga yang bersisa di tray. Yang penting anak senang. Urusan bebersih biar bunda aja yang pusing.


Makan siang: Karbo: jagung manis (dan sebagian dibikin bubur)
Sayur: wortel
ProNa: tempe
Suka semua! Yeay! Tapi favorit tetep jagung manis (plus buburnya). Well done, boy!


Menu sore:
Sore makan pepaya, biar pupnya lancar  dan Rapha happy ketemu pepaya.


Makan malam:
Malam makan nasi (agak lembek) dan wortel. Tapi ga difotoin. Biasa, ayah bunda ikut keasikan makan.




Senin, 04 Juni 2018

MPASI Rapha day 18

4 Juni 2018
Hari kedelapanbelas

Menu pagi: Apel
Pagi tadí rumah damai sejahtera bersih. Rapha makan apel dengan rapi. Mukanya aja agak jutek abis nyicip apel. Masih belum berdamai mereka. Tapi tetep aja dimakan sih. Dikit.

Makan siang:
Menu siang ini: jagung muda, brokoli, tahu.  Semua dikukus. Berhubung salah satu menu hari ini adalah favorit Rapha, bunda harus pinter-pinter ngasihnya.
Pertama bunda sengaja kasih tahu. Digecek dan dimakan. Trus kasih jagung muda. Masuk mulut. Pas bunda mau taruh brokoli di tray, tangannya udah maju-maju mau ambil brokoli. Di foto kedua ini pas dia abis ambil brokoli, masukin ke mulut, sambil buang jagung mudanya ke lantai.
Setelah itu cari brokoli terus. Bunda sengaja coba ga tambah brokolinya, cuma taruh tahu dan jagung muda. Dia marah. Tahu dan jagung muda dibuangin. Dikasi brokoli, langsung suuuttt ambil dan masukin ke mulut. Ni anak emang doyan banget sama brokoli. Kayaknya akibat pas hamil ngidam brokoli goreng tepung dan dibikinin sama ms @friska23 - kebawa deh. Untungnya, akhir-akhir mau masukin tahu dan jagung mudanya dikit-dikit ke mulut.

Menu sore:
Karena ini sudah hari ke 18, mpasi Rapha mulai 4x (buah 2x, makan 2x). Jadi sorenya dikasih buah naga. Sekalian lancarin pupnya. Seharian ini pup terlalu kental soalnya.

Makan malam:
Makan malam lupa fotoin. Baru fotoin pas endingnya aja. Rapha minta minum, tapi ga mau dari sippy cup-nya dia. Maunya dari cangkir. Ini karena lihat ayahnya minum dari cangkir. Dan cangkirnya harus sama! 😀 Anak bayi banyak maunya ya? Dikasih sippy cup, ngamuk. Dikasih cangkir yang sama kayak yang dipake ayahnya, udah langsung monyong-monyong.

Oya, menunya nasi (bunda udah males masak lagi, biar sama kayak ayah bundanya, dan kebetulan nasi hari ini agak terlalu lembek) dan kembang kol aja.


Sabtu, 02 Juni 2018

MPASI Rapha day 17

2 Juni 2018
Hari ketujuhbelas

Menu pagi:
Alpukat kali ini agak kematengan. Alhasil digecek gecek aja sama Rapha. Dan dia hepi ngegecekin alpukat 🥑🥑 Tetep, abis digecek, tangannya dijilatin dengan nikmatnya kayak kalo bundanya abis makan ayam K*C.
Tapi berhubung bunda gemes, akhirnya tangan bunda ikut maju mau nyuapin. Eh, tangan bunda langsung ditarik ke arah mulut. Hap! Hap! Hap! Aseeekkk...(Padahal yang kayak gini ini ga boleh kalau dalam teori BLW).


Makan siang:
Karbo: kabocha
Sayur: buncis
Protein: hati ayam
Kali ini yang diserang kabochanya. Diserang buat diancurin aja. Trus dia ambil buncis. Dikunyah dan dikenyot di mulutnya. Sedangkan tangannya sibuk ngehancurin sisa kabocha di tray. Liat aja itu Rapha kayak punya taring warna hijau. Akhir-akhir dia mau sih makan kabocha hasil gecekannya itu. Hati ayamnya dicuekin, ga dilirik sama sekali.


Makan malam juga masih kaboncis alias kabocha buncis. Lahap hap hap. Bunda belum sempat masak karena abis jalan-jalan (baca: belanja). Sedangkan ayah bundanya makan donat coklat -karena emang belum ada makanan lain. Hahaha... 

Jumat, 01 Juni 2018

MPASI Rapha day 16

1 Juni 2018
Hari keenambelas

Menu pagi:
Bunda sudah siap ngerekam ekspresi Rapha pertama makan jeruk sunkist. Ternyata biasa aja! Datar.  😑😑
Eh, pas perekam dimatiin, ni anak pasang muka keaseman: merem melek, sunkist ditaruh, ucek-ucek hidung. Yaaahhh, ga kerekam nak! Setelah itu ayah siap sedia dengan perekam, malah tampangnya biasa aja lagi. Sampai akhir. Yasudahlah, yang penting setengah lebih buah jeruk sunkist abis.

*oya, ada yang bilang bayi 6 bulan belum boleh makan buah-buahan dari "citrus family". Ini karena keasaman citrus bisa bikin diaper rash. Tergantung ketahanan tubuh anaknya juga sih. 
Puji Tuhan Rapha baik-baik aja kok makan jeruk ini. Doyan malah. Ga ada rash. Pencernaan aman. Pup oke. 👌
Tapi tetep ya balik lagi ke anak masing-masing; ada yang sensitif dengan yang asam-asam juga. :)


Makan siang: Karbo: bubur beras putih
Sayur: bayam
ProNa: tempe
Karbo dan sayurnya masaknya disatuin. Bunda masak pakai slow cooker, pertama masak nasinya dulu, diatur 2 jam. Setelah kira-kira 1,5 jam, bunda masukin bayamnya. Udah deh kecampur mereka. Sari bayamnya juga diserap sama si nasi. Setelah matang, ditumbuk dan disaring. Bunda masih takut ngasih bayam utuh gitu ke Rapha 😓
Tempe dikukus.
Ternyata Rapha doyan semuanya! Yeay!





Makan malam:
Menu makan malam sama kayak makan siang, ditambah tomat aja. Eh, Rapha abis banyaaakkk bubur beras putih+bayamnya. Tomatnya satu biji pun habis. Tempenya dicuekin.
Perut kenyang, tidur tenang. Selamat malam!



Kamis, 31 Mei 2018

MPASI Rapha day 15

31 Mei 2018
Hari kelimabelas

Menu pagi:
Asiiikkk semangkaaa!
Ya walaupun sebenernya Rapha juga ga tau itu buah namanya apa dan rasanya apa sebelum coba. Tapi pas lihat semangka, dia langsung jejingkrakan. Mungkin warnanya merah ngejreng ya? Dan berhasil makan dengan lahap. Malah ada yang "disembunyiin" di dalem mulutnya (dalam BLW dikenal dengan istilah "chipmunk"). Setelah mandi baru ketahuan dan pas dikeluarin dia marah-marah.


Makan siang:
Makan siangnya agak drama karena dia laper tapi ngantuk, ngantuk tapi laper. Nhah lho!
Dikasih susu ga mau. Tapi akhirnya dia berhasil menenangkan diri setelah bunda nyanyi lagu sekolah minggu medley dengan suara pas-pasan. Setelah tenang, baru deh makan siang lanjut.

Menu hari ini brokoli, jagung muda, dan hati sapi. Kalau kemarin lumayan semangat dengan hati sapi, hari ini ga disentuh. Dipegang dan dibuang aja. Jagung mudanya akhirnya dimakan karena brokolinya udah abis. Brokoli ini kayaknya salah satu favorit Rapha.

Dan hari ini Rapha nunjukin progress. Pas tengah-tengah makan, dia lihat-lihat kanan kiri. Ga masukin makanan sama sekali. Bunda perhatiin dan ingetin aja buat makan. Eh, taunya di mulutnya ada brokoli yang udah halus dikunyah sama dia. Setelah beberapa saat, dia ambil brokoli di tray lagi. Ternyata mulutnya udah kosong. Berarti udah ditelen dong ya karena ga ada yang dikeluarin dari mulut. Berarti juga dia bisa ngunyah dan nelen. Excellent, my boy! I love you more and more!


Makan malam:
Aku mau semangka aja, bun! 😜🍉🍉



Rabu, 30 Mei 2018

MPASI Rapha day 14

30 Mei 2018
Hari keempatbelas

Menu pagi: Alpukat
Lagi susah banget dapet alpukat di Bandung sini. Kalaupun ada, masih mentah atau mahaaaalll... Kemarin ayah Rapha tiba-tiba pulang bawa alpukat. Rejeki anak ayah. Dilahap pagi ini.
Rapha doyan alpukat! Bunda doyan alpukat aja kalo dijus. Dan baru doyan pas tinggal di Wamena. Itu pun karena terpaksa biar ga tengsin. 😣😣


Makan siang: 
Karbo: kentang
Sayur: kembang kol
Prohe: hati sapi

Hati sapinya direbus lamaaaa. Dan buat ngurangin amisnya, ditambah bawang putih dan bawang bombay aja. Bunda terlalu malas mencampur yang lain-lain.

Serangan pertama jatuh padaaaaaa jengjengjeng, kembang kol! Setelah kembang kol hancur lebur, barulah Rapha makan hati sapinya. Di tengah-tengah makan, tiba-tiba kayak pengen muntah. Mungkin eneg. Dan Rapha pukul tray sambil lihat sippy cupnya. Tanda minta minum :) setelah minum, lanjut dengan hati sapinya.

Kentangnya? Cuma kesentuh bentar pas terakhir.



Makan malam hari ini di-skip. Kurang tidur si Rapha ini. Pengen main mulu sesiangan, jadi jam 6 udah rewel dan ngantuk. Yaudahlah ya. Selamat bobok aja.

Selasa, 29 Mei 2018

MPASI Rapha day 13

29 Mei 2018
Hari ketigabelas

Menu pagi:
Makan pagi tadi bunda lupa fotoin. Saking bunda juga laper  menu masih sama: buah melon. Dan Rapha masih semangat makannya.

Makan siang:
Siangnya makan ditemenin ayah. Yeay! Tapi jadi manjaaaanyaaaa.
Makan kok sambil ngerengek-rengek mulu. Tapi akhirnya makan juga sih setelah ayah "dipaksa" bunda buat makan juga. Intinya Rapha ga mau kalo cuma diliatin. Maunya makan sama-sama. Rapha makan, bunda makan, ayah makan.

Oya, satu lagi yang bikin Rapha jadi ga mau makan awalnya: ayahnya masih khawatir dengan makanan yang Rapha makan. Takut kesedak, takut duduknya miring-miring, dan ayahnya sibuk ngambilin makanan yang jatuh ke kursi dan lantai. Rapha jadi ikut sibuk dan ga fokus makan.

Tips untuk bunda yang menerapkan BLW: jangan ragu, jangan takut, jangan khawatir. Kalau bundanya ragu, takut, khawatir, pas makan jadi ga tenang. Si anak juga bawaannya ga tenang. Malah ga jadi makan, bahkan malah jadi rewel. Kalau anak makan, ikut makan aja. Percaya bahwa si anak sudah bisa, karena pada dasarnya anak sudah ada insting untuk makan.

Kembali ke cerita makan Rapha:
Hari ini pertama kali Rapha makan labu siam. Dan akhirnya -setelah 13 hari ditunggu- Rapha mengeluarkan ekspresi aneh bin wagu. Mungkin awalnya dikira melon, bentuknya sama sih. Tapi rasanya beda. Haha... Ubi ungunya bunda tumbuk karena kemarin seret. Dicampur kaldu ayam sedikit biar agak gampang ditelennya.

Oya, paha ayam hari ini kurang menggoda kata Rapha. Lebih menggoda ubi ungu tumbuknya. Okelah, nak!



Makan malam:
Malam harusnya makan karbo+sayur lagi, tapi karena tadi bunda dan ayah kelaperan, makanan Rapha belum siap dan adanya cuma melon, jadilah Rapha makan melon aja  tetep lahap lah ya. Tapi ga kefoto juga. Haha... 😅


Senin, 28 Mei 2018

MPASI Rapha day 12

28 Mei 2018
Hari keduabelas

Menu pagi:
Makan pagi ini so far jadi yang paling rapi. Bunda seneng deh kalau ngasih melon. Ga celemongan! Dan Rapha doyan dienyot dan digigit gigit gemes itu melonnya.

Makan siang:
Karbo: ubi ungu
Sayur: buncis (lagi buuun?? Iya, biar 2 hari ganti)
Protein: paha ayam (bisa ayam kampung atau pejantan) 

Rapha agak kesulitan nelen ubi ungunya. Seret. Sering minta minum jadinya. Tapi abis minum, dimakan lagi ubinya. Besok dibikin puree campur susu aja ya nak, biar lebih gampang nelennya. Buncisnya doyan juga. Paha ayam? Sampe lebam-lebam tuh digigit (beneran paha ayamnya jadi ungu-ungu -kena ubi ungu).

Makan malam:
Malamnya harusnya menu kaboncis alias kabocha buncis. Tapi bunda males motongin kabocha. Jadi menu yang sama aja ya nak: ubi ungu dan buncis. Untung tetep lahap. Sempet ada ubi ungu nyangkut tadi tapi setelah minum air putih, Rapha batuk, dan punggung ditepuk-tepuk bunda, keluarlah ubi ungu yang nyangkut itu.


• • •

Foto terakhir: "Woy, apa ini ada kamera kamera segala di sini. Give me some privacy, please!" 


• • •

Note: kalau pas BLW anak gagged, gapapa, jangan panik. Kalau panik malah bisa bisa choked. Tepuk-tepuk aja punggungnya. Kalau mau BLW emang harus tau beda gagging dan choking, dan cara penangannya. Next bunda posting beberapa "teori" BLW ya...